Senin, 08 April 2013

"Wiranto, Jenderal Dibalik Tragedi Trisakti Mei 1998" By @PartaiSocmed

  • 1. KUPAS TUNTAS SOSOK WIRANTO Part. 2 http://t.co/gYEDjIvtOQ
  • 2. Dalam kultwit kali ini kami akan bahas peran Wiranto pada peristiwa lengsernya Soeharto dari tampuk kekuasaanya
  • 3. Serta dimana peran Wiranto dalam peristiwa kerusuhan 13-15 Mei 1998 yang menelan ribuan korban jiwa itu
  • 4. Inilah pelurusan sejarah! Semoga generasi penerus bangsa ini tidak dibingungkan oleh pembelokan sejarah yg tidak jujur
  • 5. Satu hal yang menarik ketika kita membahas tentang keterlibatan Wiranto pada peristiwa seputar kejatuhan Soeharto adalah
  • 6. Adanya ketidak sinkronan antara kata dan perbuatan dari beliau pd saat2 genting tsb. Ini sungguh seperti dejavu sejarah!
  • 7. Pada peristiwa kejatuhan Soekarno, Jendral Soeharto secara terbuka menyampaikan dukungan dan kesetiaannya pd Soekarno
  • 8. Dengan tegas beliau berulangkali mengatakan berada di belakang Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno
  • 9. Namun di lain pihak beliau melakukan pembiaran bahkan secara aktif mendorong terjadinya aksi2 mahasiswa terhadap Soekarno
  • 10. Lebih jauh lagi, Soeharto juga secara sistematis melakukan ‘pembersihan’ terhadap berbagai kekuatan pendukung Soekarno
  • 11. Sikap Soeharto yg berbeda antara kata dan perbuatan itu telah berhasil dg gilang gemilang melucuti kekuasaan Soekarno
  • 12. Soekarno yg sudah ‘dilemahkan’ itu kini menemukan dirinya tiba2 bergantung pada seorang Jendral ‘kuat’ yg setia padanya
  • 13. Sejarah terulang! Dia yg menanam angin akhirnya menuai badai! Peristiwa yg hampir serupa kini menimpa Soeharto sendiri!
  • 14. Jika kita kembali ke masa2 tersebut kita bisa melihat dg jernih sikap Wiranto yg berbeda antara kata dan perbuatannya
  • 15. Demonstrasi mahasiswa sepanjang tahun 1997 terus berlanjut hingga tahun 1998. Namun demo2 tsb tidak berpengaruh pd kekuasaan Soeharto
  • 16. ABRI yg solid berdiri di belakang Soeharto membuat kekuasaan Soeharto tetap kokoh. Demo2 mahasiswa tidak berpengaruh!
  • 17. Bahkan pada Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih kembali sebagai Presiden Republik Indonesia
  • 18. Kenyataan sejarah membuktikan bahwa demo mahasiswa baru efektif tatkala mereka ditunggangi oleh ABRI
  • 19. Sama seperti tahun 1966, demonstrasi mahasiswa yg sudah marak di berbagai kampus di tanah air sejak 1997 tdk byk pengaruhnya
  • 20. Ada sesuatu yg aneh disini, sejak 1997 hingga sebelum SU MPR 1998 demo mahasiswa berhasil dilokalisir di dalam lingkungan kampus saja
  • 21. Dgn gigih aparat keamanan menjaga gerbang kampus2 besar di tanah air dg tank2 water canon dan gas air mata
  • 22. Saat itu jelas terlihat bahwa Soeharto-Try Sutrisno masih sepenuhnya mendapat dukungan ABRI yg dipimpin oleh Jendral Wiranto
  • 23. Namun dengan hasil SU MPR yg mengangkat kembali Soeharto sbg Presiden dan Habibie sbg Wapres baru, mk situasi segera berubah
  • 24. Sebelum mengulas lebih lanjut suasana antara bulan Maret-Mei 1998 mari kita mundur beberapa tahun ke belakang
  • 25. Kita menuju ke suatu peristiwa kecil di Majid Istiqlal seusai acara ICMI di tahun 1990. Ketika itu Wiranto masih seorang kolonel
  • Content from Twitter
  • 26. Wiranto yg juga ajudan Presiden Soeharto memperkenalkan dirinya pd Habibie yg merupakan menteri kesayangan Soeharto
  • 27. Saat itu Wiranto meminta Habibie utk tidak melupakan dirinya, Habibie mengangguk. Ini semacam ‘ikrar saling setia’
  • 28. Peristiwa kecil di Masjid Istiqlal itulah yg kelak mempengaruhi jalannya sejarah republik ini!
  • 29. Perkembangan selanjutnya, karir Wiranto sangat ‘dibantu’ oleh Habibie yg kata2nya lebih didengar Soeharto dibanding pejabat lain
  • 30. Hingga diangkatnya Wiranto sbg Menghankam/Pangab tidak terlepas dari pengaruh dan jasa besar Habibie
  • Istirahat bentar euy...!
  • 31. Kembali ke suasana tahun 1997-1998. ABRI solid mengamankan pemerintahan Soeharto-Try Sutrisno
  • 32. Namun tidak demikian halnya setelah SU MPR mengangkat Soeharto-Habibie. Tampak disini bahwa ABRI mulai berdiri di dua kaki
  • 33. Jika sebelumnya Wiranto memberikan dukungan pd rejim Soeharto-Try Sutrisno, maka kini beliau sepenuhnya mendukung Habibie
  • 34. Di permukaan Wiranto berulang2 menyampaikan dukungan dan kesetiaannya kpd Soeharto, namun beda kata beda perbuatan
  • 35. Menjelang bulan Mei 1998 (2 bulan sejak SU MPR), demo2 semakin marak namun pengawalan aparat justru mulai melonggar
  • 36. Mahasiswa yg sebelumnya hanya boleh demo di lingkungan dalam kampus kini mulai ke jalan2
  • 37. Terlihat sekali aparat yg sebelumnya tegas menghadang mahasiswa kini berubah lebih persuasif mengawal mahasiswa
  • 38. Gejala2 diatas semakin terlihat di saat2 genting menjelang kerusuhan tanggal 14 Mei 1998 yang terjadi secara tidak alami itu!
  • 39. Mari kt lihat apa yg tjd pd bln Mei, mulai dr penembakan mahasiswa Trisakti, Kerusuhan , jatuhnya Soeharto hingga dipecatnya Prabowo
  • 40. Semua itu berpusat pada satu hal: Konspirasi politik Habibie-Wiranto! Jadi jangan heran jika sejak awal Prabowo diposisikan sbg Judas!
  • 41. Semua pihak tahu bahwa suasana yg semakin memanas itu tinggal membutuhkan sepercik api saja utk mengobarkannya
  • 42. Benar saja, akhirnya terjadilah penembakan terhadap masiswa Trisakti pada tgl 12 Mei 1998!
  • 43. Benarkah peristiwa penembakan tsb suatu peristiwa spontan atau merupakan bagian dari skenario besar utk 'mematangkan' kondisi?
  • 44. Mari kita kumpulkan puzzle2 sejarah! Peristiwa penembakan tersebut dipercaya banyak pihak sebagai pemicu kerusuhan 14 Mei 1998
  • 45. Dalam peristiwa tersebut 6 mahasiswa tewas ditempat akibat tertembak bagian2 fital tubuhnya spt leher, kepala dan dada
  • 46. Anehnya, mereka yg ditembaki itu justru berada di dalam kampus! Mereka ditembak oleh aparat yg berada di jalan layang Grogol
  • 47. Mengapa mereka ditembaki? Bukankah mereka berada di dalam kampus? Apa tujuan penembakan itu?
  • 48. Benarkah para aparat mendadak kehilangan kesadaran? Atau ada perintah khusus utk menciptakan ‘trigger’ bagi peristiwa yg lebih besar?
  • 49. Dibalik semua peristiwa tersebut mari kita lihat kesibukan yg terjadi pd tanggal2 tsb di Mabes ABRI
  • 50. Atas peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti, Wiranto bukannya memperlihatkan sikapnya sebagai Panglima ABRI
  • 51. Beliau justru membuat keputusan aneh dengan menjadwalkan kepergian ke Malang pd saat ibukota dlm keadaan genting!
  • 52. Acara di Malang adlh serah terima PPRC dr Divisi I ke Divisi II, Wiranto mjd Inspektur upacaranya. Itu acara seremonial biasa
  • 53. Sebenarnya itu adlh acara rutin yg bisa diwakilkan. Bagimana mungkin kondisi Ibukota dlm keadaan genting beliau memilih mjd Irup?
  • 54. Perlu diingat pula bahwa tanggal 13 Mei malam Wiranto justru telah memimpin rapat garnisun yg membahas situasi terakhir Ibukota
  • 55. Tidak perlu data intelijen hebat untuk meramalkan bahwa penembakan mahasiswa Trisakti itu bakal memicu kerusuhan
  • 56. Tidak adakah perwira yg mencegah kepergian Wiranto ke Malang? Ada! Prabowo lah orangnya!
  • 57. Prabowo berulangkali menghubungi Wiranto untuk membatalkan kepergiannya ke Malang. Apa jawab Wiranto? “Show must goon!”
  • 58. Penembakan mahasiswa Trisakti yg terkesan ‘dipaksakan’ ditambah dg kepergian Wiranto ke Malang utk acara yg tidak penting...
  • 59. Mengindikasikan adanya keterlibatan Wiranto atas segala peristiwa yg terjadi sepanjang bulan Mei tersebut!
  • 60. Maka pecahlah kerusuhan 14 Mei yang memakan korban ribuan jiwa itu! Peristiwa kerusuhan itu sendiri penuh keanehan!
  • 61. Apa saja bukti keanehan peristiwa mengerikan itu? Benarkah ada rekayasa atas kerusuhan tersebut?
  • 62. Untuk menemukan jawabannya, silakan ikuti kelanjutan kultwit ini | BERSAMBUNG
  • Content from Twitter

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar